Gianyar (Bali Headline) –
Kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gianyar masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan. Ketua PMI Provinsi Bali, I Gusti Bagus Alit Putra, melantik langsung jajaran Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Gianyar di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Rabu (25/3).
Momen pelantikan ini menandai babak baru bagi organisasi kemanusiaan tersebut untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan kebencanaan di wilayah Gianyar.
Dalam arahannya, I Gusti Bagus Alit Putra menegaskan bahwa pelantikan ini adalah komitmen moral. Beliau meminta seluruh pengurus untuk menginternalisasi Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dalam setiap langkah kerja.
“Saudara harus siap menjadikan prinsip dasar ini sebagai landasan utama. Ini bukan sekadar seremonial, melainkan tonggak awal pengabdian nyata bagi kemanusiaan,” tegas Alit Putra.
Ketua PMI Kabupaten Gianyar terpilih, Ni Made Ratnadi, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan estafet pengabdian. Ia menyoroti keberhasilan PMI Gianyar dalam meningkatkan produksi darah tahunan dan berjanji akan terus menghadirkan inovasi.
Visi utama meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan sosial. Memperkuat kerja sama lintas sektor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Gianyar dan Bali.
Ratnadi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu bergabung dan berdonasi melalui wadah PMI.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Gianyar, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra, I Ketut Mudana, mengingatkan kembali peran strategis PMI sebagai auxiliary function to government (mitra pendukung pemerintah).
Sesuai dengan UU No. 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, PMI memiliki mandat khusus dalam penanggulangan bencana respons cepat dan bantuan darurat. Pertolongan pertama, ambulans, dan donor darah dan oenguatan kapasitas relawan dan Palang Merah Remaja (PMR).
“PMI adalah satu-satunya organisasi kepalangmerahan yang diakui negara sejak 17 September 1945. Keberadaannya sangat vital dalam meringankan penderitaan sesama dengan tetap menjaga netralitas dan kemandirian,” ujar Mudana.*M01





