Nusa Dua (Bali Headline) –
Setelah lebih dari setengah abad menjadi ikon pariwisata premium Indonesia, kawasan The Nusa Dua resmi memasuki babak baru. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC melaksanakan Kick-off Proyek Rejuvenasi Kawasan The Nusa Dua pada Rabu (28/1), menandai transformasi terbesar sejak kawasan ini mulai dikembangkan pada tahun 1973.
Langkah strategis ini bertujuan untuk menyulap The Nusa Dua menjadi destinasi yang lebih modern, adaptif, dan berkelanjutan, tanpa mencabut akar budaya serta kearifan lokal Bali yang menjadi daya tarik utamanya.
Fokus pada Infrastruktur dan Kenyamanan Wisatawan
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa rejuvenasi ini bukan sekadar perbaikan estetika, melainkan peningkatan kualitas tata ruang secara menyeluruh. Proyek ini mencakup beberapa poin infrastruktur kunci:
Peningkatan Akses: Melakukan overlay (pelapisan ulang) jalan sepanjang 3,7 km untuk memperkuat daya dukung operasional kawasan.
Keamanan Pedestrian: Penataan sistem pencahayaan di jalur jalan setapak sepanjang 7,5 km, memastikan area pejalan kaki tetap ramah dan aman di malam hari.
Manajemen Lingkungan: Pembangunan Fasilitas Pengelolaan Sampah (TPS3R) seluas 5.000 meter persegi untuk memperkuat sistem keberlanjutan.
Peninsula Island dan Nusa Dharma: Pusat Daya Tarik Baru
Peninsula Island dipilih sebagai titik awal rejuvenasi karena perannya sebagai etalase utama. ITDC akan memodernisasi panggung event, memperbaiki akses menuju Water Blow, serta membangun area wedding premium.
Sementara itu, Pulau Nusa Dharma akan diposisikan ulang sebagai Wellness Island. Ke depannya, pulau ini akan dilengkapi dengan fasilitas yoga, meditasi, dan pusat kebugaran untuk menyasar segmen wisata kesehatan yang tengah naik daun.
”Penguatan infrastruktur hanya bermakna jika menjaga harmoni dengan masyarakat, adat, dan lingkungan. Kami memastikan proses ini selaras dengan prinsip berkelanjutan melalui kajian dampak lingkungan yang ketat,” ujar Ahmad Fajar.
Pembangunan Berbasis Budaya dan Ekonomi
Sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi lokal, prosesi Kick-off ini diawali dengan upacara Ngeruak, simbol bahwa pembangunan fisik tetap berjalan beriringan dengan nilai adat Bali. Proyek ini diproyeksikan tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat kolaborasi dengan desa adat setempat.
Proyek rejuvenasi ini direncanakan berlangsung secara bertahap selama tiga tahun, dimulai dari awal 2026 hingga ditargetkan selesai pada 2028. Dengan wajah baru ini, The Nusa Dua diharapkan semakin kokoh sebagai destinasi kelas dunia yang siap menyambut ajang internasional di masa depan.*M01





