Ubud (Bali Headline) –
Di tengah hiruk-pikuk modernisasi pariwisata, Bambu Indah Resort tetap berdiri teguh sebagai oase yang menawarkan lebih dari sekadar penginapan mewah. Tersembunyi di lembah Sayan yang ikonik, resor ini telah bertransformasi menjadi sebuah “laboratorium hidup” yang menggabungkan warisan budaya Jawa dengan inovasi arsitektur bambu yang futuristik.
Didirikan pada tahun 2005 oleh desainer perhiasan ternama John Hardy dan istrinya, Cynthia Hardy, Bambu Indah bermula dari koleksi sebelas rumah pengantin antik Jawa (Gladak) yang dikumpulkan dari berbagai perjalanan mereka. Apa yang awalnya merupakan ruang berkumpul pribadi bagi teman dan keluarga, kini telah berkembang menjadi destinasi global bagi para pelancong yang mencari koneksi mendalam dengan alam.
Citra Suriah selaku Corporate Director of Marketing Bambu Indah, Green Village Bali & The Kul Kul Farm Senin (9/3) menyampaikan keunikan utama Bambu Indah terletak pada desainnya yang regeneratif. Struktur bangunan di sini seolah tumbuh secara alami dari lanskap tebing hutan Ubud. Salah satu contoh paling memukau adalah New Moon House, yang menampilkan siluet “mata paus” berbahan tembaga, kuningan, dan bambu—sebuah bukti nyata visi artistik keluarga Hardy.
Sentuhan keluarga ini pun berlanjut ke generasi berikutnya. Elevator Sunset Bar, salah satu titik terbaik untuk menikmati senja di Ubud, dirancang oleh Chiara Hardy dan dikembangkan oleh Elora Hardy, menunjukkan bahwa inovasi bambu telah menjadi warisan kreativitas yang terus mengalir.
Fasilitas yang Menyatu dengan Elemen Bumi
Bambu Indah mengajak tamu untuk merayakan ritme hidup yang lebih lambat melalui berbagai fasilitas unik:
Pengalaman Air Alami: Kolam mata air alami yang dikelilingi pohon asam dan bayan, dilengkapi dengan sauna kayu dan hot tub tembaga berkapasitas 8 orang.
Terapi Kristal: Dua kolam rendam dingin khusus yang diukir langsung di batu dengan hiasan kristal quartz untuk relaksasi maksimal.
River Warung: Menyajikan hidangan yang mengutamakan kesehatan tubuh dan jiwa, tersedia mulai dari sarapan hingga makan malam bagi tamu menginap maupun pengunjung harian (day pass).
Visi Hidup Regeneratif
Dengan total 24 hunian artisanal, Bambu Indah bukan sekadar hotel, melainkan sebuah pernyataan gaya hidup. Di sini, keberlanjutan bukan sekadar jargon, melainkan praktik harian yang menghormati siklus alami bumi.
”Tiap sudut di Bambu Indah mengundang refleksi,” ujar salah satu perwakilan resor. Bagi para tamu dunia yang datang, tempat ini adalah undangan untuk menapaki visi John dan Cynthia Hardy tentang bagaimana manusia bisa hidup berdampingan secara harmonis dengan lingkungan tanpa mengorbankan estetika dan kenyamanan.
Bagi mereka yang ingin merasakan sensasi waktu yang melambat di bawah naungan arsitektur bambu yang megah, Bambu Indah tetap menjadi standar emas bagi pariwisata berkelanjutan di Pulau Dewata.*S05





