Gianyar (Bali Headline) –
Kebaya Bali kini bukan sekadar pakaian adat, melainkan simbol estetika yang terus bertransformasi mengikuti tren mode modern. Peluang inilah yang ditangkap secara jeli oleh Ny. Kadek Ariasih, seorang anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLI Yonzipur 18 PD IX/Udayana, melalui lini usaha kreatifnya yang diberi nama “Kembang Pucuk Bordir”.
Dirintis sejak tahun 2010, Kembang Pucuk Bordir menjadi bukti nyata bagaimana seorang anggota Persit mampu berkontribusi signifikan terhadap ekonomi keluarga tanpa meninggalkan kodrat dan tugas organisasinya.
Saat dikonfirmasi Rabu (8/4), Ny. Kadek Ariasih menuturkan bahwa ia memulai usahanya dengan modal awal enam unit mesin bordir. Dengan menggandeng lima orang tenaga kerja yang bekerja dari rumah masing-masing, ia berhasil membangun sistem produksi industri rumah tangga yang efektif.
”Fokus utama kami adalah menghadirkan kebaya bordir yang tidak hanya indah secara motif, tetapi juga nyaman dan fleksibel untuk berbagai kalangan usia,” ungkapnya.
Setiap lembar kain kebaya produksi Kembang Pucuk Bordir melalui proses yang sangat teliti. Menggunakan bahan benang sutera berkualitas tinggi, satu potong kain kebaya memerlukan waktu pengerjaan sekitar tiga hingga empat minggu untuk memastikan detail yang sempurna.
Proses produksi dimulai dari pembuatan desain original, diikuti pembuatan pola yang disablon menggunakan campuran talek dan air, hingga tahap akhir pembordiran menggunakan mesin khusus. Dalam satu bulan, UMKM ini mampu memproduksi rata-rata 50 lembar kain kebaya bordir dengan motif flora dan fauna yang khas.
Meski belum memiliki gerai tetap, hal tersebut tidak menyurutkan langkah Ny. Kadek Ariasih. Ia menerapkan strategi “jemput bola” dengan mendatangi konsumen secara langsung. Berkat ketekunannya, produk Kembang Pucuk Bordir kini tidak hanya dikenal di wilayah Bali, tetapi telah merambah pasar nasional. Produknya rutin dipasarkan melalui pameran di Art Center Denpasar hingga berbagai bazar di kota besar seperti Bandung dan Jakarta.
Di tengah kesibukannya mengelola UMKM, Ny. Kadek Ariasih tetap menempatkan keluarga dan kewajibannya sebagai anggota Persit Kartika Chandra Kirana sebagai prioritas utama. Kedisiplinan dalam membagi waktu inilah yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anggota Persit lainnya.
”UMKM jika dikelola dengan tekun dan inovatif pasti bisa berkembang. Yang terpenting adalah berani memulai dan konsisten menjaga kualitas,” tambahnya.
Dedikasi Ny. Kadek Ariasih melalui Kembang Pucuk Bordir menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan melalui sektor kreatif mampu memberikan dampak nyata, baik bagi kelestarian budaya kebaya Bali maupun penguatan ekonomi lokal di lingkungan keluarga besar TNI AD.*S05





