​Mangupura (Bali Headline) –

Memperingati Hari Bumi Sedunia Rabu (22/4), Desa Tibubeneng, Kuta Utara, melakukan gebrakan strategis dalam menangani krisis sampah di Bali. Berkolaborasi dengan Ginting Institute, Desa Tibubeneng resmi meluncurkan program pendidikan lingkungan hidup yang menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) sebagai motor penggerak perubahan.
​Program yang dijadwalkan mulai berjalan pada Juni 2026 ini menitikberatkan pada pengenalan, pemilahan, dan pengolahan sampah sejak usia dini. Langkah ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemerintah Desa Tibubeneng, tokoh pemuda, dan jajaran Ginting Institute Jakarta yang telah dirampungkan pertengahan April lalu.
​Kepala Desa Tibubeneng, Made Kamajaya, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah penguatan dari gerakan lingkungan yang sudah ada di desanya, seperti beach clean up dan pemilahan sampah tingkat banjar.
​“Program pendidikan peduli sampah bagi siswa SD ini sangat krusial. Kita ingin menanamkan kesadaran sejak dini agar persoalan sampah selesai dari tingkat rumah tangga,” ujar Kamajaya.
​Nantinya, Ginting Institute akan menyediakan materi ajar serta pelatihan bagi tenaga pengajar yang melibatkan peran aktif Sekaa Teruna-Teruni (STT) dan Karang Taruna sebagai kader lingkungan berkelanjutan.
​Pendiri Ginting Institute, Daniel Ginting, menjelaskan bahwa mengedukasi anak-anak adalah investasi jangka panjang untuk membangun komunitas yang sehat. Siswa akan diajarkan prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace/Refuse) melalui media yang interaktif.
​“Memperkenalkan isu sampah kepada anak-anak adalah strategi mendasar untuk membentuk etika kebersihan dan tanggung jawab sosial terhadap ruang bersama,” jelas Daniel.
​Uniknya, program ini tidak hanya bersifat teoritis, namun juga mengintegrasikan pendekatan seni. Made Bayak, seniman “Plastikologi” ini akan membimbing siswa mengolah limbah plastik menjadi karya seni bernilai.
​Jango Pramartha & Bog Komunikartun akan memberikan workshop visual berbasis kartun untuk mempermudah pemahaman isu lingkungan.
​Hasil karya para siswa nantinya akan dikurasi dan dipamerkan di Wija Reksa Art Hub & Residency, sebuah ruang kreatif di Tibubeneng yang diproyeksikan menjadi titik temu kolaborasi seniman lokal maupun internasional.
​Melalui sinergi lintas sektor ini, Desa Tibubeneng optimistis dapat menciptakan model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tangguh, sekaligus menjaga reputasi Bali sebagai destinasi wisata dunia yang bersih dan berkelanjutan.*M01

Memperingati Hari Bumi Sedunia, Desa Tibubeneng, Kuta Utara berkolaborasi dengan Ginting Institute,  resmi meluncurkan program pendidikan lingkungan hidup yang menyasar siswa SD sebagai motor penggerak perubahan, Rabu (22/4).

 

Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *