​Gianyar (Bali Headline) –
PT BPR Sukawati Pancakanti (BPR Kanti) secara resmi melakukan gebrakan besar dengan menggelar peluncuran Corporate Culture Transformation menuju Community Bank. Momentum bersejarah ini kian bermakna dengan diluncurkannya buku berjudul “Lawar Leadership” serta penyerahan simbolis Blakas Leadership sebagai wujud nyata kepemimpinan berbasis kearifan lokal Bali.
​Acara strategis tersebut dilaksanakan di sela-sela agenda tahunan Stakeholder Gathering BPR Kanti sekaligus Pengundian Tabungan Arisanku yang berlangsung Senin (1/6).
​Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, mengungkapkan bahwa transformasi budaya kerja di tubuh BPR Kanti diperkuat oleh nilai-nilai luhur yang tertuang dalam buku Lawar Leadership. Menurutnya, pemilihan “lawar” bukan sekadar karena statusnya sebagai makanan tradisional Bali, melainkan karena kedalaman filosofi kehidupan yang terkandung di dalamnya.
​”Berbeda unsur, berbeda rasa, berbeda warna, namun menyatu menjadi harmoni yang utuh. Dari sanalah lahir filosofi Lawar Leadership: kepemimpinan yang ngayahin (melayani), menghormati perbedaan, membangun kebersamaan, dan menjaga harmoni kehidupan,” ujar Made Arya Amitaba di sela-sela acara.
​Lebih lanjut, Amitaba menganalogikan pemimpin sejati seperti seorang peramu lawar yang andal. Pemimpin harus mampu menjaga keseimbangan rasa agar tidak ada unsur yang mendominasi, serta lihai meramu manusia, nilai, visi, dan harapan menjadi kekuatan kolektif yang harmonis.
​Melalui jargon filosofis “ngayahin pengayah”, buku ini menjadi refleksi mendalam bahwa kemuliaan kepemimpinan tidak diukur dari tingginya jabatan, melainkan dari ketulusan melayani mereka yang telah melayani masyarakat.
​”Jabatan dapat berakhir, tetapi nilai akan hidup melampaui zaman,” tegas tokoh perbankan daerah tersebut.
​Melalui transformasi dan peluncuran buku ini, BPR Kanti menegaskan komitmennya untuk menyalakan kesadaran baru dalam membangun masa depan Bali. Amitaba menyebutkan bahwa masa depan daerah harus disokong oleh kepemimpinan yang berkarakter: berakar pada budaya, bertumbuh melalui transformasi, dan berorientasi pada kemaslahatan komunitas.
​”Kita ingin membangun lembaga yang sehat, manusia yang bertumbuh, budaya kerja yang luhur, dan kepemimpinan yang berjiwa pengabdian. Institusi yang akan bertahan bukanlah yang paling besar, melainkan yang paling mampu menjaga nilai, memuliakan manusia, dan tetap setia pada dharma pengabdiannya,” tambahnya.
​Kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap BPR Kanti kembali membuahkan apresiasi di tingkat nasional. Dalam kesempatan tersebut, Amitaba menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan seluruh nasabah dan pemangku kepentingan (stakeholders), sehingga BPR Kanti sukses menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang TOP CSR Awards 2026.
​Sebagai salah satu implementasi nyata dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkelanjutan, BPR Kanti menyerahkan Blakas Leadership. Penyerahan blakas (pisau tradisional Bali) ini diposisikan sebagai simbol warisan nilai, pengabdian, serta kepemimpinan yang kokoh berbasis kearifan lokal Bali dalam rangkaian peluncuran buku.
Made Arya Amitaba secara terbuka mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dan menumbuhkan perekonomian bersama BPR Kanti.
​”Kenapa mesti ber-bank dengan BPR Kanti? Karena dengan ber-bank di BPR Kanti, bapak dan ibu sekalian turut serta mewujudkan mimpi pengabdian kami bagi seluruh masyarakat Bali maupun Indonesia,” jelas Made Arya Amitaba. *M01
BPR Kanti meluncurkan buku berjudul “Lawar Leadership” serta penyerahan simbolis Blakas Leadership sebagai wujud nyata kepemimpinan berbasis kearifan lokal Bali.

 

 

Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *