Gianyar (Bali Headline) –
Seksi Penataan dan Pemberdayaan Kantor Pertanahan Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan pemetaan sosial sebagai bagian dari pelaksanaan program Akses Reforma Agraria Rabu (15/7). Langkah ini dilakukan untuk memetakan kondisi sosial, ekonomi, hingga potensi wilayah secara komprehensif demi memastikan program pemberdayaan masyarakat berjalan tepat sasaran.
Pemetaan sosial ini mencakup analisis pola penguasaan dan pemanfaatan lahan, pengelompokan calon penerima manfaat, serta penentuan langkah intervensi pemberdayaan yang paling sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gianyar, Gusti Putu Darma Astika, menyampaikan bahwa data hasil pemetaan ini akan menjadi landasan utama dalam menyusun program aksi pemberdayaan ke depan.
”Pemetaan sosial ini sangat vital. Kami ingin memahami secara akurat apa yang menjadi kebutuhan serta kendala nyata yang dihadapi masyarakat di lapangan. Dengan data yang presisi, program Akses Reforma Agraria tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga,” ujar Gusti Putu Darma Astika.
Tak hanya berfokus pada pengumpulan data, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan bibit tanaman hortikultura secara gratis kepada masyarakat setempat. Bantuan yang disalurkan meliputi bibit tanaman cabai, tomat, dan terong.
Gusti Putu Darma Astika menambahkan bahwa penyaluran bantuan bibit ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian.
”Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari Dinas Pertanian Provinsi Bali. Penyerahan bibit ini merupakan bentuk dorongan awal agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal untuk meningkatkan produktivitas lahan pekarangan maupun pertanian mereka, yang pada akhirnya dapat memperkuat perekonomian keluarga,” pungkasnya.
Melalui sinergi lintas instansi dan pemetaan yang terstruktur ini, BPN Kabupaten Gianyar optimistis penataan akses reforma agraria dapat berlanjut secara berkelanjutan dan membawa perubahan positif bagi kemandirian ekonomi masyarakat setempat.*S05





