NTT (Bali Headline) –
Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) 2026, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menggelar aksi nyata pelestarian alam. Melalui kegiatan bertajuk “KolaborAksi: Golo Mori Bersih, Golo Mori Asri”, ITDC bersama komponen masyarakat membersihkan area pesisir Desa Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (5/6).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan ITDC dalam menjaga kualitas lingkungan di kawasan The Golo Mori, yang saat ini tengah berkembang pesat sebagai destinasi marine-based MICE tourism terkemuka.
Semangat Gotong Royong Lintas Sektor
Aksi lingkungan ini melibatkan sedikitnya 50 peserta yang berasal dari berbagai unsur stakeholders kawasan. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut tim SBU The Golo Mori, tim Golo Mori Convention Center (GMCC), perangkat dan warga Desa Golo Mori, serta pengurus BUMDes Golo Mori. Keterlibatan berbagai elemen ini mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan demi mendukung pariwisata yang bersih dan nyaman.
Fokus pembersihan dipusatkan di sepanjang jalan kawasan pesisir, area parkir, serta destinasi favorit Pantai Pasir Panjang. Selain mengumpulkan sampah, para peserta melakukan pemilahan sampah organik, anorganik, hingga sampah plastik yang berpotensi mencemari ekosistem laut. Saluran air dan drainase kawasan juga turut dibersihkan untuk mengantisipasi penyumbatan.
Momentum ini dinilai sangat tepat mengingat tingginya aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan di kawasan pesisir menjelang libur Iduladha, sehingga kebersihan dan kenyamanan kawasan perlu tetap terjaga optimal.
Menjaga Aset Utama Destinasi
General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto, menegaskan bahwa aspek kelestarian lingkungan merupakan salah satu pilar utama dalam cetak biru pengembangan kawasan pariwisata The Golo Mori.
“Melalui KolaborAksi, kami ingin menumbuhkan semangat kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan. The Golo Mori memiliki kekayaan alam yang menjadi daya tarik utama kawasan, sehingga upaya menjaganya tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja,” ujar Wahyuaji.
Pria yang akrab disapa Aji ini menambahkan, kolaborasi yang kuat antara pengelola kawasan, masyarakat lokal, pelaku usaha, dan wisatawan merupakan fondasi penting untuk mewujudkan destinasi yang berkelanjutan. Ia berharap nilai-nilai kepedulian ini dapat mengakar dan menjadi budaya jangka panjang.
Kegiatan KolaborAksi ini juga menjadi bentuk implementasi nyata dari tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang diusung oleh United Nations Environment Programme (UNEP), yaitu “Inspired by Nature. For Climate. For Our Future”. Tema ini menjadi seruan global untuk mendorong aksi konkret menghadapi tantangan perubahan iklim.
Bagi ITDC, pengelolaan lingkungan yang profesional tidak sekadar memberikan dampak ekonomi jangka pendek, melainkan komitmen untuk menciptakan nilai tambah yang positif bagi ekologi, masyarakat, serta generasi yang akan datang.*S05





