Gianyar (Bali Headline) –
Taman Penitipan Anak (TPA) Negeri Gianyar mencatatkan pencapaian signifikan di usianya yang menginjak empat tahun. Dipelopori melalui proses yang panjang, layanan pengasuhan dan pendidikan anak usia dini milik Pemerintah Kabupaten Gianyar ini kini berkembang menjadi percontohan, baik di tingkat regional Bali maupun nasional.
​Kebanggaan tersebut disampaikan oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, saat meninjau pemeriksaan kesehatan anak dan kegiatan parenting di TPA Negeri Gianyar, Senin (7/9). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 TPA Negeri Gianyar yang jatuh pada 16 September 2026.
​Ny. Dr. Surya Adnyani menceritakan bahwa pendirian TPA Negeri Gianyar membutuhkan perjuangan serta pembahasan yang cukup alot sebelum akhirnya terealisasi.
​“Sebagai perintis, tentu saya sangat bangga. Prosesnya cukup alot sampai akhirnya kita memiliki TPA Negeri milik Pemkab Gianyar. Sekarang hasilnya bisa kita lihat, apresiasinya luar biasa,” ujar Surya Adnyani.
​Ia menambahkan, konsep PAUD tidak hanya terbatas pada pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK), tetapi juga mencakup penitipan, pengasuhan, stimulasi tumbuh kembang, serta pendidikan karakter. Keberhasilan tata kelola TPA Negeri Gianyar pun memicu minat berbagai pemerintah daerah lain di Bali untuk menjadikannya sebagai destinasi studi banding.
​“TPA Negeri Gianyar sudah menjadi favorit untuk dikunjungi kabupaten/kota di Bali. Mereka datang melihat bagaimana sistemnya untuk diterapkan di daerah masing-masing. Bahkan kita mendapat apresiasi hingga menjadi percontohan tingkat nasional,” ungkapnya.
​Keberhasilan anak dalam beradaptasi dan mandiri di TPA tidak lepas dari kolaborasi erat antara pihak pengelola dan orang tua. Surya Adnyani menegaskan bahwa komunikasi terbuka sangat krusial agar pola asuh di TPA dan di rumah berjalan berkesinambungan.
​Dalam kunjungan tersebut, tim medis dari RSUD Sanjiwani Gianyar bersama Puskesmas Gianyar I menggelar pemeriksaan kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang anak. Hasilnya, sebanyak enam anak mendapat rujukan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk penanganan lanjutan terkait kesehatan gigi, tumbuh kembang, serta gizi.
​Selain layanan medis, orang tua murid dibekali sosialisasi pemenuhan gizi, konseling, dan pola asuh oleh PUSPAGA DP3AP2KB Kabupaten Gianyar. Pada momen yang sama, Bunda PAUD turut memaparkan pentingnya program Wajib Belajar Satu Tahun Pra-Sekolah guna membentuk kesiapan sosial-emosional, kemandirian, dan karakter anak sebelum masuk sekolah dasar.
​Sebagai bentuk dukungan nyata, diserahkan pula Bantuan Seragam Gratis PAUD Negeri (SERGAP) sebanyak empat stel untuk setiap peserta didik. Orang tua juga menerima informasi terkait bantuan pendidikan jenjang SD, SMP, perguruan tinggi, hingga program pelatihan kerja (LPK) satu tahun bagi anak yang bersiap masuk dunia kerja.
​Sementara itu, Pengelola TPA Negeri Gianyar, Juliati Prihatini, melaporkan bahwa saat ini lembaga yang dipimpinnya mengasuh sebanyak 25 anak — terdiri dari 12 anak laki-laki dan 13 anak perempuan — yang terbagi dalam kelompok usia 2–3 tahun dan 3–4 tahun.*M01
Bunda PAUD Kabupaten Gianyar meninjau pemeriksaan kesehatan anak dan kegiatan parenting di TPA Negeri Gianyar, Senin (7/9).
Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *