Gianyar (Bali Headline) –
Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar rangkaian upacara penyucian yadnya yang meliputi Rsigana, Mlaspas, Mendem Pedagingan, Ngenteg Linggih, hingga Tawur Balik Sumpah di Padmasana Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Gianyar, Senin (19/10). Prosesi ini digelar untuk menyucikan seluruh kawasan dan pelinggih secara niskala sebelum kompleks perkantoran baru tersebut resmi dioperasikan.
Upacara inti tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra yang turut melaksanakan prosesi Mendem Pedagingan di Padmasana Puspem Gianyar. Tampak mendampingi, Wakil Bupati Anak Agung Gde Mayun, Sekda Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, jajaran pimpinan Perangkat Daerah, Ketua dan Anggota DPRD Gianyar, serta Kepala Desa dan Bendesa Adat se-Kabupaten Gianyar.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Gianyar, I Kadek Arnata, menyampaikan bahwa penyucian secara niskala merupakan kewajiban tradisi umat Hindu Bali sebelum suatu bangunan atau pusat kegiatan dimanfaatkan.
“Sebagai umat Hindu, sebelum suatu tempat mulai ditempati dan dimanfaatkan, terlebih dahulu dilaksanakan upacara penyucian secara niskala. Karena Puspem ini akan menjadi pusat aktivitas pemerintahan, maka dilaksanakan upacara dengan tingkatan yang lebih besar, yakni Tawur Balik Sumpah dan Tawur Rsigana, dilengkapi dengan Padudusan Alit serta Mendem Pedagingan,” ungkap Arnata.
Ia menambahkan, ritual ini bertujuan menetralisasi potensi energi negatif sisa proses pembangunan, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang suci, harmonis, serta kondusif bagi jajaran pimpinan dan aparatur Pemkab Gianyar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Rangkaian Tahapan Upacara
Pelaksanaan rangkaian karya telah berjalan sejak Jumat (16/10) melalui upacara Nuasen, Ngunggahan Sunari, dan Ngetegan. Kemudian dilanjutkan prosesi Ngingsah dan Nyangling pada Sabtu (17/10), serta Mendak Tirta dari Kahyangan Tiga dan Kahyangan Jagat pada Minggu (18/10).
Setelah puncak upacara Rsigana dan Mlaspas pada Senin (19/10), agenda berlanjut pada Selasa (20/10) dengan prosesi Mendak Ida Bhatara dari Kantor Bupati Gianyar yang lama menuju Puspem, disertainya upacara pralina pada Padmasana lama. Adapun Puncak Piodalan dijadwalkan berlangsung pada Rabu (21/10) dan seluruh rangkaian karya akan diakhiri dengan upacara Nyineb pada Sabtu (24/10).
Seluruh tahapan ritual dipuput oleh para sulinggih dan pemangku. Bertindak sebagai Yajamana Karya yakni Ida Pedanda Gede Made Putra Kekeran (Griya Kekeran, Blahbatuh), Ida Pedanda Made Dharma Kerti (Griya Budha Saraswati, Batuan), serta Ida Jro Gede Bhujangga Giri Hari Bhawana (Jero Gede Sengguan, Sukawati). Sementara itu, puncak karya dipuput oleh Ida Pedanda Gede Made Jelantik Adnyana dari Griya Tegal, Celuk, Sukawati.
Melalui sakralisasi kawasan Puspem ini, Pemkab Gianyar berharap tercipta keselarasan antara kesiapan fisik-administratif dan keharmonisan niskala, demi mendukung efektivitas roda pemerintahan daerah.*M01





