Karangasem (Bali Headline) –
PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bali Timur resmi melakukan penyambungan kembali aliran listrik untuk PT Bali Agung Waters di Desa Menanga, Karangasem. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan air minum dalam kemasan tersebut untuk kembali beroperasi penuh setelah sempat lumpuh akibat insiden kebakaran hebat pada Maret 2025 lalu.
Pemulihan ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung ketahanan industri lokal dan mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah Bali Timur. Dengan pasokan listrik sebesar 690 kVA, PT Bali Agung Waters kini siap memacu kembali kapasitas produksinya secara optimal.
Manager UP3 Bali Timur, Imadya Nareswari, menegaskan bahwa kehadiran PLN bukan sekadar penyedia infrastruktur, melainkan mitra strategis bagi dunia usaha. “Pemulihan layanan listrik ini bukan hanya soal menghidupkan mesin pabrik, tapi tentang menggerakkan kembali denyut ekonomi masyarakat sekitar, kami hadir untuk memastikan pelaku usaha bisa segera bangkit dari musibah,” ujar Imadya.
PT Bali Agung Waters dikenal sebagai salah satu industri strategis di Karangasem yang menyerap banyak tenaga kerja lokal. Keaktifan kembali pabrik ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan air minum berkualitas sekaligus menjamin kesejahteraan karyawan yang terdampak pasca-kebakaran.
Merespons gerak cepat PLN, Manager Engineering PT Bali Agung Waters, Putu Putra Widia Semara, menyampaikan apresiasinya. Ia menyebut dukungan teknis dari PLN memberikan kepastian bagi perusahaan untuk menatap tahun 2026 dengan optimistis.
”Kami sangat menghargai sinergi dan respons cepat tim PLN, kembalinya listrik memberikan energi baru bagi seluruh karyawan untuk kembali berkontribusi bagi kemajuan ekonomi Karangasem,” ungkap Putra.
Promo Gebyar Awal Tahun 2026
Selain fokus pada pemulihan industri, PLN juga menginformasikan program Gebyar Awal Tahun 2026. Program ini menawarkan diskon tambah daya sebesar 50% bagi konsumen 1 fasa di semua golongan tarif. Promo spesial ini berlaku terbatas hingga 20 Januari 2026.
Dengan normalnya operasional PT Bali Agung Waters dan berbagai stimulus dari PLN, diharapkan fondasi ekonomi kerakyatan di Bali semakin kokoh dan mampu membuka kembali lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat setempat.*M01





