Denpasar (Bali Headline) –
Ekonomi Bali yang sangat bergantung pada sektor pariwisata menuntut konsistensi dari seluruh pemangku kepentingan agar tetap tumbuh secara berkelanjutan (sustain). Hal ini ditegaskan oleh Ketua Bidang Organisasi DPK Perbarindo Kota Denpasar yang juga menjabat sebagai Direktur Utama BPR Sadana, I Gusti Ngurah Budiawan, di sela Kegiatan Bersih Pantai DPK Perbarindo Denpasar di Pantai Padang Galak Minggu (8/3).
Menurut Budiawan, menjaga eksistensi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sangat krusial dalam mendukung roda ekonomi lokal, khususnya melalui sektor turunan pariwisata. Ia menekankan bahwa pemerintah dan regulator harus konsisten menjaga pariwisata Bali yang berbasis kearifan lokal.
”Jika seluruh stakeholder bergerak simultan, pariwisata Bali akan mendapatkan ceruk pasar yang stabil meskipun terjadi gejolak global, seperti yang terjadi di Timur Tengah saat ini,” ujar Budiawan.
Budiawan menyoroti bahwa BPR memiliki posisi strategis dalam memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect). Namun, hal ini sangat bergantung pada dukungan pemerintah terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ia mengusulkan beberapa langkah konkret yang perlu diambil pemerintah untuk mendukung ekosistem ini
Pemberian Insentif: Khususnya bagi pelaku UMKM agar tetap berdaya saing.
Kemudahan Investasi: Menyederhanakan proses berbisnis di Bali bagi sektor UMKM.
Proteksi dan Perlindungan: Memberikan payung hukum dan perlindungan yang cukup bagi pengusaha lokal.
Lebih lanjut, Budiawan menjelaskan bahwa jika UMKM terlindungi dan tumbuh, maka aktivitas perbankan di BPR akan bergerak dinamis. Masyarakat akan lebih berani melakukan investasi kredit untuk pengembangan usaha, perbaikan sarana akomodasi seperti guest house, hingga pembaruan transportasi wisata.
”Ketika warung-warung diperbaiki dan transportasi bergerak, di situlah ceruk pasar BPR berjalan. Kami di BPR tidak hanya berorientasi pada pembiayaan hotel besar, tapi justru memperkuat akar ekonomi di masyarakat,” pungkasnya.*M01





