​Mandalika  (Bali Headline) –

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memacu realisasi investasi strategis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Melalui kombinasi insentif fiskal yang kompetitif, kemudahan non-fiskal, serta dukungan infrastruktur terintegrasi, KEK Mandalika kini memantapkan posisinya sebagai destinasi sportstainment kelas dunia yang siap huni bagi para investor.

​Sebagai salah satu kawasan dengan kesiapan investasi paling komprehensif di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, KEK Mandalika menawarkan berbagai skema pengurangan pajak guna meningkatkan efisiensi modal bagi para pelaku usaha.

​Fasilitas Fiskal dan Non-Fiskal yang Kompetitif

​Beberapa insentif utama yang ditawarkan meliputi fasilitas Tax Holiday untuk kegiatan usaha utama serta skema Tax Allowance berupa pengurangan penghasilan kena pajak dari nilai investasi. Selain itu, investor asing juga mendapatkan pengaturan tarif pajak dividen serta percepatan depresiasi dan amortisasi.

​Dari sisi perpajakan tidak langsung, para investor berhak mendapatkan pembebasan PPN atas impor barang modal, pembebasan Bea Masuk, pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk properti di dalam kawasan.

​Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya menjual lahan, melainkan sebuah ekosistem yang siap eksekusi.

​”Kami membangun KEK Mandalika sebagai investment-ready ecosystem. Perpaduan antara insentif fiskal, kepastian regulasi, dan permintaan pasar yang terus tumbuh memberikan kepercayaan bagi investor untuk masuk lebih cepat dan efisien,” ujar Febrina dalam keterangannya, Minggu (29/3).

​Pengembangan Zona Strategis dan Keberlanjutan

​Pengembangan KEK Mandalika dilakukan melalui masterplan yang terbagi ke dalam zona-zona strategis, di antaranya:

​Golf Resort Community: Area seluas 298 hektar.

​Tanjung Aan Premium Serenity District: Lahan seluas 146 hektar untuk pengembangan hotel internasional.

​Eastern Adventure District: Kawasan seluas 164 hektar yang difokuskan pada sektor hospitality, hiburan, dan destinasi gaya hidup.

​Di samping pembangunan fisik, ITDC tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan mengalokasikan sekitar 30% ruang terbuka hijau, termasuk pelestarian kawasan mangrove seluas 45 hektar di sisi timur kawasan.

​Kinerja Pasar yang Positif

​Daya tarik KEK Mandalika terbukti dari performa kunjungan wisatawan yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 1,4 juta orang mengunjungi kawasan ini dengan rata-rata okupansi hotel sebesar 55%. Angka ini melonjak drastis hingga 90%–100% saat penyelenggaraan ajang balap internasional seperti MotoGP.

​Keberadaan Sirkuit Mandalika sebagai katalis utama melalui ajang seperti GT World Challenge Asia dan Asia Road Racing Championship (ARRC) terus mendorong efek domino bagi ekonomi lokal dan memperkuat status Mandalika sebagai Indonesia’s Premier Sportstainment Destination.*M01

ITDC terus memacu realisasi investasi strategis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

 

Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *