GIanyar (Bali Headline) –
Strategi hubungan antara Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali kini diarahkan pada tingkat kerja sama yang lebih mendalam. Ketua Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, SH., M.Si., Rabu (4/2) menekankan pentingnya perhatian lebih dari jajaran direksi dan pemegang saham Bank BPD Bali terhadap eksistensi LPD sebagai pilar ekonomi krama Bali.
Cendikiawan mengingatkan kembali akar sejarah yang kuat antara kedua institusi ini sejak LPD pertama kali Didirikan pada tahun 1984.
BKS LPD menyoroti besarnya kontribusi finansial LPD terhadap likuiditas Bank BPD Bali. Dengan perkiraan penempatan dana mencapai di atas Rp10 triliun, LPD menyumbangkan sekitar 20% hingga 25% dari total aset yang dikelola Bank BPD Bali.
”Dengan dana yang lumayan besar itu, kami berharap ada perhatian yang lebih, bukan sekedar bunga. Ini adalah konsep saling menguntungkan (mutualisme). Kami rutin menyuarakan kepada pengelola LPD agar tetap menjaga komitmen historis ini meskipun regulasi saat ini tidak memungkinkan secara tertulis,” ujar Cendikiawan.
Poin Utama Usulan BKS LPD kepada Bank BPD Bali:
Timbal Balik Signifikan: Mengingat laba dan dividen BPD Bali yang besar, diharapkan ada manfaat balik yang lebih terasa bagi LPD.
Perlindungan Reputasi: Meminta BPD Bali dan pemerintah (pemegang saham) untuk memasang badan terhadap pemberitaan negatif yang menyudutkan LPD.
Edukasi Publik: Menegaskan bahwa kendala yang terjadi di lapangan umumnya adalah ulah oknum, bukan kegagalan sistem institusi.
Penguatan SDM: Melanjutkan kerja sama pelatihan dan peningkatan kualitas tata kelola keuangan.
Dari total 1.439 LPD di Bali, sebagian besar dilaporkan dalam kondisi sangat sehat dan berkinerja baik. Cendikiawan menekankan bahwa stabilitas LPD sangat bergantung pada dukungan mitranya. Jika LPD diterpa isu miring tanpa adanya pembelaan dari mitra strategi seperti BPD, hal itu berspekulasi itu akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat dan kinerja kolektif.
”Kami ingin ada pernyataan bersama bahwa jika ada persoalan, itu adalah oknum, bukan lembaganya. BPD membangun Bali dan kita di LPD membangun mulai dari tingkat desa adat,” tutupnya.
Melalui penguatan sinergi ini, LPD diharapkan tetap kompetitif dalam menghadapi persaingan ketat dengan lembaga keuangan lainnya, sekaligus menjadi pengayom ekonomi bagi desa adat di seluruh Bali.*M01





