​Gianyar (Judul Bali) –
Di tengah gempuran penetrasi lembaga keuangan nasional maupun global di Pulau Dewata, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) menegaskan komitmennya untuk tetap setia menjalin kerja sama strategi dengan Bank BPD Bali. Hubungan ini tidak sekedar dipandang sebagai hubungan bisnis biasa, melainkan ekosistem historis untuk membentengi ekonomi kerakyatan berbasis desa adat.
​Ketua Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, SH., M.Si., menyatakan bahwa sinergi kedua lembaga ini telah mendarah daging sejak tahun 1984. Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan di Ubud, Gianyar, Rabu (4/2).
Cendikiawan menekankan bahwa LPD dan Bank BPD Bali memiliki “ruh” perjuangan yang sama dalam membangun tanah kelahiran.
​”BPD Bali membangun Bali dalam konteks makro sebagai bank pembangunan daerah, sementara LPD membangun ekonomi dari basis desa adat. Dua peran ini tidak bertentangan, justru saling memperkuat dalam ekosistem keuangan unik yang hanya dimiliki Bali,” ujar Cendikiawan.
​Ia menambahkan bahwa loyalitas LPD terhadap BPD Bali bersifat institusional, bukan personal. Terbukti, kerja sama ini tetap kokoh meski telah melewati lima masa kepemimpinan Direksi di Bank BPD Bali.
​Menanggapi dinamika industri saat ini, Cendikiawan mengingatkan pentingnya menjaga narasi positif terhadap LPD. Mengingat LPD adalah tulang punggung kegiatan sosial, adat, dan keagamaan, isu negatif yang tidak diklarifikasi dengan tegas dapat berdampak sistemik.
​”LPD bukan hanya lembaga keuangan, tapi bagian dari sistem adat. Jika kepercayaan ini digoyang dengan narasi tidak proporsional, dampaknya bisa meluas hingga mempengaruhi kinerja Bank BPD Bali sendiri karena ekosistem kita saling terhubung,” tegasnya.
​Peran Pemerintah Daerah sebagai Perekat
​BKS-LPD juga menyoroti peran strategis Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) selaku pemegang saham Bank BPD Bali. Pemda diharapkan aktif menjaga harmonisasi ini demi melindungi aset daerah dan kepentingan masyarakat Bali secara luas.
​Cendikiawan menutup dengan pesan optimisme bahwa hubungan antara LPD dan Bank BPD Bali didasari oleh rasa saling memiliki (sense of owning).
​”Kami tetap dalam konsep saling mencintai BPD Bali. Tidak ada saling menyalahkan. Yang ada adalah bagaimana kita sama-sama menjaga dan saling menguntungkan demi Bali berkelanjutan,” tutupnya.*M01

Ketua Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKS-LPD) Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, SH., M.Si., di sela kegiatan pertemuan di Ubud, Gianyar, Rabu (4/2).
Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *