​Nusa Dua (Bali Headline) –

Kawasan pariwisata The Nusa Dua semakin memperkuat posisinya sebagai pionir pengembangan destinasi berbasis keberlanjutan di Indonesia. Melalui InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan anak usahanya, ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU), kawasan ini sukses mengimplementasikan sistem Integrated Waste Management dan infrastruktur hijau berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).
​Keberhasilan ini menarik perhatian Komisi VII DPR RI yang melakukan kunjungan kerja spesifik pada Selasa (5/5) lalu. Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung bagaimana sistem utilitas terintegrasi dan pengelolaan lingkungan dijalankan di kawasan seluas 350 hektar tersebut.
​Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular
​Saat ini, The Nusa Dua menghasilkan sampah sekitar 32,3 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 95% sampah kawasan telah dikelola secara sistematis. Hebatnya, sekitar 70,5% merupakan sampah organik yang diolah kembali menjadi kompos untuk kebutuhan landscape kawasan.
​Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menjelaskan bahwa masa depan pariwisata sangat bergantung pada infrastruktur hijau.
​”The Nusa Dua adalah bukti nyata bahwa pertumbuhan ekonomi bisa berjalan selaras dengan keberlanjutan lingkungan melalui sistem utilitas dan pengelolaan limbah yang modern serta berbasis sirkular,” ungkapnya.
​Inovasi Utilitas dan Efisiensi Energi
​Selain sampah, ITDC juga menerapkan Integrated Lagoon & Utilities System yang meliputi:
​Pengolahan Air: Menggunakan teknologi Seawater Reverse Osmosis (SWRO) dan sistem daur ulang air limbah yang meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 40%. Seluruh kebutuhan irigasi kawasan kini berasal dari air daur ulang.
​Energi Rendah Karbon: Penggunaan Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai substitusi LPG yang berhasil menurunkan emisi sebesar 12%.
​Target Energi Terbarukan: Sebesar 25% pasokan listrik untuk operasional utilitas ditargetkan berasal dari EBT, dengan potensi reduksi emisi mencapai 984 ton CO₂ per tahun.
​Menjadi Model Replikasi Nasional
​Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. Evita Nursanty, M.Sc, menilai bahwa model yang diterapkan di The Nusa Dua sangat relevan untuk direplikasi di destinasi pariwisata lain, terutama di wilayah kepulauan dan wisata bahari.
​”Model pengolahan air berbasis sirkular dan manajemen sampah terintegrasi ini adalah solusi strategis bagi ketahanan air bersih dan keberlanjutan lingkungan jangka panjang di Indonesia,” ujar Evita.
​Dengan dukungan infrastruktur pintar (Smart Utilities) dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), The Nusa Dua tidak hanya menyerap sekitar 21.000 tenaga kerja, tetapi juga memastikan ekosistem pariwisata tetap terjaga bagi 3,8 juta wisatawan yang berkunjung setiap tahunnya.*M01

ITDC dan anak usahanya sukses mengimplementasikan sistem Integrated Waste Management dan infrastruktur hijau berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) menarik perhatian Komisi VII DPR RI Selasa (5/5) lalu.
Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *