Denpasar (Bali Headline) –
Memasuki tahun keempat perjalanannya, Holding BUMN Aviasi dan Pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, mempertegas komitmennya terhadap keberlanjutan. InJourney menetapkan target ambisius untuk menurunkan emisi sebesar 4.000 ton CO2e pada tahun 2026 sebagai bagian dari transformasi menuju operasional yang lebih hijau.
Langkah ini sejalan dengan tema hari jadi mereka, “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”, yang memosisikan pariwisata bukan sekadar industri pertumbuhan ekonomi, melainkan investasi lintas generasi yang menjaga kelestarian alam.
Salah satu tonggak penting dalam strategi hijau ini adalah implementasi teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di kawasan The Nusa Dua, Bali. Melalui anak usahanya, ITDC (InJourney Tourism Development Corporation), InJourney berhasil mengolah air laut menjadi air bersih layak konsumsi.
Kapasitas Produksi: Fasilitas SWRO ini mampu memproduksi hingga 1.314.000 m³ air bersih per tahun.
Dampak Lingkungan: Mengurangi ketergantungan pada air tanah dan sumber air tawar, sehingga mencegah kelangkaan air di masa depan.
ITDC Nusantara Utilitas menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk pengolahan air laut menjadi air layak konsumsi.
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menjelaskan bahwa pembangunan yang dilakukan InJourney tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga aspek manusia dan ekosistem.
”Inisiatif hijau ini dirancang untuk menghasilkan dampak yang terukur dan konsisten, sejalan dengan agenda transformasi kami dalam membangun ekosistem pariwisata yang ramah lingkungan,” ujar Herdy.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menekankan bahwa keberlanjutan adalah fondasi operasional kawasan The Nusa Dua. Selain SWRO, kawasan ini juga telah mengimplementasikan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), Waste Management (Manajemen Sampah) Terintegrasi, Pemanfaatan Reclaim Water, Menuju Net Zero Emission.
Upaya pengurangan 4.000 ton emisi CO2e ini merupakan langkah nyata InJourney dalam mendukung target Net Zero Emission Pemerintah Indonesia. Dengan portofolio besar yang mencakup transformasi bandara, pengembangan destinasi seperti Borobudur, TMII, hingga KEK Sanur, InJourney berupaya menyeimbangkan peran sebagai pencipta nilai ekonomi sekaligus agen pembangunan sosial-lingkungan.
Direktur Utama ITDC Nusantara Utilitas, Anak Agung Istri Ratna Dewi, optimis bahwa inovasi hijau seperti SWRO membuktikan bahwa standar layanan tinggi bagi wisatawan dapat dicapai tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.*M01





