Jakarta (Bali Headline) –
Bea Cukai Soekarno-Hatta bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), yang merupakan bagian dari InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), resmi memperkuat koordinasi penanganan logistik internasional. Langkah strategis ini diambil guna mendukung kelancaran berbagai perhelatan event bertaraf global yang digelar di Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penguatan koordinasi lintas instansi ini menjadi krusial dalam memastikan seluruh kebutuhan operasional event dapat diproses secara cepat, aman, dan sepenuhnya sesuai dengan ketentuan kepabeanan yang berlaku. Komitmen bersama tersebut dibahas secara mendalam dalam sebuah pertemuan formal yang berlangsung di Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta pada Senin (25/5) lalu.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci, antara lain Kepala Bidang Perbendaharaan Bea Cukai Soekarno-Hatta Fitra, Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Pabean dan Cukai II Bea Cukai Soekarno-Hatta Wahyu Anggara, Direktur Operasi MGPA Donny Mahardjono, serta VP Operations MGPA Try Agung Hartanto.
Sebagai gerbang utama masuknya arus logistik internasional ke Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung kesuksesan agenda internasional di Kawasan The Mandalika. Berbagai kebutuhan operasional yang bernilai tinggi dan sensitif, mulai dari kendaraan balap, perlengkapan tim, perangkat siaran, perlengkapan area paddock, hingga peralatan teknis penunjang lainnya, wajib melalui jalur pemeriksaan logistik internasional di bandara ini sebelum didistribusikan langsung ke Pulau Lombok.
Direktur Operasi MGPA, Donny Mahardjono, mengungkapkan bahwa dukungan penuh dari pihak Bea Cukai Soekarno-Hatta merupakan salah satu pilar penentu kelancaran setiap ajang balap internasional di Mandalika.
”Event internasional membutuhkan sistem logistik yang cepat, presisi, dan terintegrasi. Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Bea Cukai Soekarno-Hatta yang selama ini telah mempermudah dan memperlancar proses pemasukan kebutuhan event, mulai dari peralatan balap, perlengkapan teknis, hingga logistik tim dari berbagai negara,” ujar Donny.
Sebagai contoh nyata, pada penyelenggaraan MotoGP di Mandalika International Circuit, terdapat ratusan ton logistik dari puluhan negara yang masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta. Seluruh logistik tersebut kemudian didistribusikan ke Pulau Lombok melalui koordinasi ketat lintas instansi. Kecepatan dan ketepatan pelayanan kepabeanan di lini depan terbukti menjadi faktor penentu dalam menjaga reputasi Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga motor kelas dunia.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Pabean dan Cukai II Bea Cukai Soekarno-Hatta, Wahyu Anggara, menegaskan kembali komitmen jajarannya dalam mengawal dan memfasilitasi gelaran internasional di The Mandalika.
”Sejalan dengan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Bea Cukai Soekarno-Hatta berkomitmen penuh memberikan dukungan pelayanan terbaik untuk membantu kelancaran berbagai gelaran internasional di The Mandalika,” tegas Wahyu.
Sinergi yang erat antara MGPA dan Bea Cukai Soekarno-Hatta ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam memperkuat ekosistem sport tourism nasional. Seiring meningkatnya frekuensi balapan dan event internasional di Mandalika International Circuit, sistem manajemen logistik yang andal, transparan, dan terintegrasi akan menjadi keunggulan strategis bagi Indonesia dalam bersaing di kancah global sekaligus mendongkrak perekonomian daerah.*M01





