Denpasar (Bali Headline) –
Komitmen kuat dalam mengimplementasikan praktik pariwisata berkelanjutan membawa InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) meraih penghargaan bergengsi. BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata ini dianugerahi penghargaan sebagai Role Model Pengelolaan Pariwisata Hijau (Green Tourism) oleh media regional Tribun Bali.
Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi ITDC dalam menerapkan prinsip keberlanjutan di tiga destinasi utama yang dikelolanya, yaitu The Nusa Dua di Bali, The Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan The Golo Mori di Nusa Tenggara Timur (NTT). Proses penyerahan penghargaan berlangsung khidmat di Dharma Negara Alaya Lumintang, Denpasar, pada Jumat (29/5/2026).
Apresiasi ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan ITDC dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara seimbang, sekaligus menyelaraskan langkah mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060.
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa pengelolaan pariwisata hijau kini bukan lagi sekadar pelengkap atau pilihan, melainkan sebuah kebutuhan strategis demi menjaga daya saing dan keberlanjutan destinasi di masa depan.
”Bagi ITDC, pariwisata hijau adalah fondasi penting. Kami meyakini pembangunan dan operasional kawasan pariwisata harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan dan budaya, serta pemberdayaan masyarakat lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara lintas generasi,” ujar Ahmad Fajar.
Ia menambahkan, melalui tiga kawasan yang dikelola, ITDC terus memperkuat praktik green tourism lewat berbagai inisiatif yang mendorong efisiensi sumber daya, konservasi lingkungan, dan pelibatan aktif masyarakat.
Masing-masing destinasi yang dikelola ITDC menerapkan strategi pariwisata hijau yang adaptif dan berbasis pada karakteristik unik wilayahnya:
The Nusa Dua (Bali): Sebagai kawasan pariwisata mapan, praktik berkelanjutan diwujudkan melalui sistem utilitas terpadu yang canggih. Kawasan ini memanfaatkan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), reclaim water (daur ulang air limbah), serta distribusi Liquefied Natural Gas (LNG) untuk meminimalisir dampak lingkungan. Selain itu, pengelolaan sampah terpadu dan fasilitas composting (pengomposan) dijalankan secara mandiri oleh Strategic Business Unit (SBU) The Nusa Dua melalui Integrated Waste Management System.
The Mandalika (NTB): Di kawasan KEK Mandalika, pariwisata hijau difokuskan pada konservasi ekosistem pesisir, pengembangan ruang terbuka hijau (RTH), program penanaman pohon dan mangrove, serta aksi bersih pantai (beach clean-up). Program ini melibatkan masyarakat setempat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) demi mendorong ekonomi sirkular. Ke depan, ITDC merencanakan pengembangan Mandalika Mangrove Sanctuary seluas 47,8 hektar sebagai pusat konservasi dan edukasi lingkungan.
The Golo Mori (NTT): Destinasi teranyar di ujung barat Pulau Flores ini dikembangkan dengan konsep sustainable marine-based and ecotourism destination. ITDC menitikberatkan pada keseimbangan antara konservasi alam bawah laut dan daratan dengan pengembangan pariwisata premium berbasis MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions), guna menciptakan nilai ekonomi baru tanpa merusak ekosistem asli.
Komitmen Terhadap Prinsip ESG
Penghargaan sebagai Role Model ini menjadi motivasi besar bagi ITDC untuk terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Ahmad Fajar menyatakan fokus perusahaan ke depan adalah menghadirkan destinasi berkelas dunia secara infrastruktur dan pengalaman, sekaligus memastikan dampak positif jangka panjang bagi sektor pariwisata nasional.
”Fokus kami adalah memastikan pengelolaan pariwisata ini memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan serta masyarakat luas melalui pendekatan yang lebih inovatif, inklusif, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.*M01





