Gianyar (Bali Headline) –
Memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan & Kesmavet) menggelar gerakan bersama penanggulangan rabies. Mengusung semangat Zero by 30, aksi kolaboratif berupa Bakti Sosial Kesehatan Hewan ini menyasar kawasan Abianbase setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Desa Lebih.
Kegiatan dipusatkan di Lingkungan Kaja Kauh, Kelurahan Abianbase, Sabtu (15/8). Layanan yang diberikan meliputi vaksinasi rabies, sterilisasi, pengobatan hewan gratis, hingga Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait kepemilikan hewan penular rabies (HPR) yang bertanggung jawab.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Wayan Suarta, S.Sn, M.Si, didampingi Marketing Manager Vet Division PT Sanbe Farma, drh. A.A. Made Agung Adnyana, turun langsung mengawal aksi tersebut. Suarta menegaskan bahwa kemerdekaan sejati mencakup hadirnya rasa aman dan masyarakat yang sehat dari ancaman penyakit zoonosis.
”Zero by 30 untuk mencapai nol kematian akibat rabies pada 2030 tidak bisa diraih hanya dengan slogan, melainkan aksi nyata di tingkat desa. Pendekatan One Health yang menyatukan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan harus bergerak serentak,” ujar Suarta.
Gerakan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pertanian Gianyar, Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), PT Sanbe Farma, PT Caprifarmindo Vet, Yayasan BAWA, serta mahasiswa KOAS FKH Unud dan KKN-PPM XXXIII Unud. Sebelumnya, aksi serupa berlangsung pada Sabtu (8/8/2026) di Desa Lebih bersama Klinik Elmo Vet Care.
Tim Teknis KIE Keswan & Kesmavet PDHI sekaligus Kepala UPTD Puskeswan III Distan Gianyar, drh. I Nyoman Arya Dharma, mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat sebagai benteng utama pertahanan rabies.
”Anjing bukan musuh kita, melainkan rabies-lah musuh bersama. Pemilik HPR wajib memvaksinasi dan merawat hewannya agar tidak berkeliaran sembarangan. Jika terjadi gigitan, langkah darurat utama adalah mencuci luka dengan sabun di air mengalir selama 15 menit dan segera melapor ke fasilitas kesehatan,” jelas Arya.
Melalui sinergi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas ini, Gianyar optimistis dapat mempercepat tercapainya kawasan bebas rabies secara berkelanjutan.*M01





