Bangli (Bali Headline) –
Guna memperkuat pemahaman masyarakat terhadap penggunaan energi listrik yang aman, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bangli berkolaborasi dengan mahasiswa KKN PPM Periode XXXIII Tahun 2026 menggelar sosialisasi keselamatan ketenagalistrikan di Desa Lembean, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Kamis (13/8).
Kegiatan ini dihadiri oleh Perbekel Desa Lembean Made Mudarsana, prajuru adat setempat, tim mahasiswa KKN PPM, serta warga Desa Lembean. Sinergi lintas elemen ini ditujukan untuk membangun budaya sadar K3L (Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan) sejak dini di lingkungan pedesaan.
Hadir sebagai narasumber, Team Leader K3L dan KAM PLN ULP Bangli, I Nyoman Joni Santika, memaparkan poin penting terkait potensi bahaya listrik dan upaya pencegahannya. Materi yang disosialisasikan meliputi pemakaian alat listrik berstandar, bahaya sambungan ilegal, pentingnya kelayakan instalasi, hingga kewaspadaan terhadap ruang bebas (right of way) jaringan PLN di pemukiman.
“Keselamatan ketenagalistrikan harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat perlu mengenali potensi bahaya di sekitarnya dan tidak bertindak sendiri jika menemukan kondisi jaringan yang riskan. Segera koordinasikan dengan petugas PLN,” tegas Joni Santika.
Inisiatif program ini diapresiasi oleh narahubung kegiatan KKN PPM Desa Lembean, I Komang Uda Wister Nada. Menurutnya, edukasi ini berdampak langsung pada pola aktivitas harian warga agar terhindar dari risiko kecelakaan listrik.
“Edukasi ini sangat penting karena listrik adalah bagian dari kebutuhan harian. Pemahaman langsung dari PLN memberi wawasan praktis bagi warga dalam menjaga keamanannya,” ungkap Uda Wister.
Acara diisi dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab mengenai kendala jaringan di wilayah setempat. Pihak PLN mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kanal resmi—seperti aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123—untuk melaporkan gangguan maupun potensi bahaya teknis agar penanganan dapat dilakukan sesuai standar keselamatan oleh petugas resmi.*S05





