​Gianyar (Bali Headline) –
Gelaran ARMA Fest 2026 resmi dibuka di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud, Gianyar, dan berlangsung pada 19–20 September 2026. Mengusung tema “A Living Tradition”, festival ke-4 ini menyajikan ruang perjumpaan antara seni tradisi dan kesenian masa kini dengan melibatkan sebanyak 895 seniman.
​Salah satu daya tarik utama perhelatan tahun ini adalah Kompetisi Baleganjur Ngarab se-Bali dengan total hadiah mencapai Rp20 juta. Sebanyak sembilan sekaa baleganjur dari Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Badung tampil menunjukkan kebolehan. Berbeda dari lomba panggung konvensional, kompetisi ini menampilkan prosesi ngarap langsung menuju open stage. Penampilan dibagi menjadi dua hari, yakni empat sekaa pada Sabtu dan lima sekaa pada Minggu.
​General Manager ARMA Museum & Resort, Made Suhartana, menegaskan pentingnya pelaku pariwisata untuk mengedepankan pariwisata berbasis budaya di tengah kompleksitas perkembangan zaman. Menurutnya, ARMA Fest menjadi langkah nyata untuk menggiatkan serta melestarikan taksu budaya Bali.
​Guna mempererat hubungan museum dengan masyarakat lokal, ARMA Museum merangkul pihak sekolah seperti SMKI (SMKN 3 Sukawati) dan sanggar seni. Sinergi ini diwujudkan melalui pementasan rutin Tari Ramayana setiap hari Jumat yang melibatkan seniman-seniman berkualitas.
​Ketua ARMA Fest 2026, I Made Sutama, menambahkan bahwa festival ini memegang prinsip edukasi dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan desa-desa penyangga seperti Padangtegal dan Pengosekan. Rangkaian acara juga diisi dengan workshop edukatif, seperti workshop mekendang yang diikuti 80 peserta serta workshop melukis.
​Ketua Yayasan ARMA, Anak Agung Yudi Sedana, mengapresiasi tingginya dukungan para seniman dan budayawan yang menjadikan ARMA memiliki keunikan tersendiri. program kreatif seperti ARMA Fest memberikan wadah bagi generasi muda untuk merestrukturisasi dan merekonstruksi budaya Bali.
​”ARMA Fest menjaga marwah seniman dan budaya agar tetap lestari sesuai visi-misi museum. Ini menjadi jembatan penghubung antara generasi tua dan generasi muda, sekaligus memberikan ruang sinergi bagi seniman, budayawan, hingga pelaku UMKM lokal,” ungkap Anak Agung Yudi.
​Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif manajemen museum dalam pelestarian seni. Ia menilai ARMA Fest bukan sekadar ajang selebrasi atau hura-hura seni belaka, melainkan sebuah ruang strategis untuk menggali, merekonstruksi, dan menghidupkan kembali kearifan lokal Gianyar.
​”Sesuai dengan arahan Bapak Bupati Gianyar dan jajaran pimpinan, pemerintah daerah harus hadir mendampingi, mengawal, serta bersinergi dengan manajemen Museum Arma. ARMA Fest ini memiliki makna penting untuk merekonstruksi, menggali, dan menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal,” pungkas Wayan Adi Parbawa.*M01
Rangkaian kegiatan pers conference pemaparan Gelaran ARMA Fest 2026.
Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *