NTB (Bali Headline) –
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) berkolaborasi dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk memperkuat fungsi serta fasilitas Masjid Nurul Bilad di kawasan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Langkah sinergis ini diwujudkan melalui peningkatan sarana ibadah dan program rebranding masjid guna mendukung terciptanya lingkungan pariwisata yang tidak hanya unggul dalam infrastruktur dan kegiatan internasional, tetapi juga bertumbuh selaras dengan nilai-nilai sosial, budaya, serta spiritual masyarakat lokal.
Sebagai bagian dari dukungan tersebut, BSI menyerahkan sejumlah perlengkapan dan sarana penunjang, seperti Al-Qur’an, 11 rol karpet, fasilitas sound system, vacuum cleaner, mesin poles, serta berbagai perlengkapan kebersihan lainnya untuk menjaga kenyamanan para jamaah.
Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa pengembangan kawasan pariwisata berkelas dunia harus menghadirkan manfaat dan nilai yang lebih luas daripada sekadar pembangunan fisik.
”Bagi ITDC, membangun destinasi pariwisata berkelas dunia bukan semata menghadirkan infrastruktur, hotel, ataupun event internasional. Lebih dari itu, kami ingin membangun sebuah kawasan yang memiliki kehidupan, identitas budaya, dan nilai spiritual yang kuat,” ujar Ahmad Fajar, Minggu (11/10).
Masjid Nurul Bilad sendiri memiliki kapasitas menampung hingga 4.000 jamaah dengan arsitektur khas yang terinspirasi dari Masjid Kuno Bayan Beleq, salah satu warisan budaya masyarakat Sasak. Keberadaan masjid ini menjadi sarana ibadah vital bagi masyarakat setempat maupun para wisatawan yang menghadiri berbagai gelaran internasional di The Mandalika, termasuk ajang balap Pertamina Grand Prix of Indonesia.
Ahmad Fajar menambahkan, kolaborasi ini sejalan dengan visi ITDC dalam mentransformasi kawasan The Mandalika dari event destination menjadi living destination yang hidup sepanjang tahun dengan mengintegrasikan olahraga, pariwisata, budaya, dan kehidupan sosial.
Sementara itu, Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan bahwa keterlibatan BSI merupakan bentuk komitmen untuk terus memberikan kontribusi sosial dan spiritual di kawasan pariwisata.
”Harapannya, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat peradaban dan hub kolaborasi yang mempertemukan berbagai potensi masyarakat. Kami berharap Masjid Nurul Bilad dapat menjadi tempat lahirnya langkah-langkah emas, tempat generasi muda belajar Al-Qur’an dan membangun akhlak,” tutur Anggoro.
Melalui sinergi antara pengelola kawasan, sektor perbankan, dan pemerintah daerah, pengembangan The Mandalika diharapkan terus memberikan dampak positif, kenyamanan, serta kebanggaan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pariwisata tersebut.*S05





