Gianyar (Bali Headline) –
Di ambang kesunyian total yang akan menyelimuti Pulau Dewata, lembah sungai rimbun di Bambu Indah menjadi saksi sebuah pertemuan lintas budaya yang khidmat. Pada 7 Maret 2026, sekitar 200 tamu dari berbagai belahan dunia berkumpul dalam acara bertajuk “The Last Echoes”, sebuah momen refleksi kolektif tepat sebelum Bali memasuki hari suci Nyepi.
Nyepi, yang menandai Tahun Baru Saka, bukan sekadar tradisi, melainkan jeda kosmik selama 24 jam di mana aktivitas manusia berhenti sepenuhnya. The Last Echoes dirancang sebagai jembatan spiritual, membawa para tamu bertransisi dari hiruk-pikuk ekspresi menuju kedalaman hening.
Citra Suriah selaku Corporate Director of Marketing Bambu Indah, Green Village Bali & The Kul Kul Farm Senin (9/3) menyampaikan dipilihnya Bambu Indah sebagai lokasi bukanlah tanpa alasan. Resor ramah lingkungan besutan John dan Cynthia Hardy ini telah lama mendunia berkat arsitektur bambu inovatif dan rumah antik Jawanya. Di tengah lanskap yang menyatu dengan alam, para tamu memulai sore dengan rangkaian ritual relaksasi, mulai dari sauna, ice bath, hingga berendam di kolam mata air alami.
Suasana intim ini diperkuat dengan sajian kuliner ringan dan minuman yang menemani para tamu di bawah naungan bambu, menciptakan ruang bagi introspeksi pribadi sebelum pulau ini benar-benar “mati” dari cahaya dan suara.
Perjalanan Musikal Lintas Benua
Malam semakin larut ketika alunan musik mulai bergema, bukan sebagai hiburan semata, melainkan sebagai media meditasi:
Agustian, multi-instrumentalis asal Sumatra, membuka malam dengan jalinan instrumen tradisional dan chant yang menenangkan.
Kolaborasi Sophie Sofree dan Raio menghadirkan energi baru melalui perpaduan elektronik dan instrumen live yang lembut, menyatukan ritme para tamu dalam satu frekuensi.
Onanya menutup rangkaian pertunjukan dengan pengaruh musik Afrika dan Timur Tengah yang membawa audiens ke dalam perjalanan musikal yang dalam dan personal.
Transisi Menuju Kesunyian Sakral
Puncak acara terjadi saat para tamu dipandu menuju area Island. Di bawah langit malam Ubud, sebuah upacara api terakhir dipimpin oleh Anna Maria. Api ini menjadi simbol pelepasan energi lama sebelum fajar Nyepi tiba.
”Acara ini adalah tentang kehadiran penuh. Menghormati momen di mana suara terakhir memudar dan keheningan dimulai,” ungkap suasana yang terbangun di penghujung malam.
Saat The Last Echoes berakhir, para tamu meninggalkan Bambu Indah tidak hanya membawa kenangan, tetapi juga kesiapan batin untuk menyambut 24 jam keheningan total yang sakral di seluruh Bali.
Tentang Bambu Indah:
Bambu Indah adalah resor berkelanjutan di Ubud yang mengedepankan keharmonisan desain dan budaya. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan melalui www.bambuindah.com.*S05





