​
​Gianyar (Bali Headline) –
Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DKPKP) terus berkomitmen memperkuat ketersediaan dan akses pangan di tingkat rumah tangga. Melalui optimalisasi program Pusat Pangan Alami Mandiri Asri dan Nyaman (Puspa Aman), masyarakat diedukasi untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif guna mewujudkan kemandirian pangan berbasis sumber daya lokal.
​Kepala Dinas KKP Kabupaten Gianyar, Gusti Agung Sri Widyawati, dikonfirmasi Selasa (9/6) mengungkapkan bahwa inovasi Puspa Aman dikembangkan sebagai sarana edukasi, percontohan, sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat dalam budidaya tanaman pangan dan hortikultura skala rumah tangga.
​Untuk memastikan keberlanjutan program ini, DKPKP gencar melakukan pendampingan kepada kelompok masyarakat dan Tim Penggerak PKK. Pendampingan meliputi perencanaan kebutuhan pangan keluarga, diversifikasi pangan, pemanfaatan pekarangan, hingga penguatan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
​”Melalui pendekatan ini, kami berharap setiap rumah tangga mampu menghasilkan sebagian kebutuhan pangannya sendiri, meningkatkan kualitas konsumsi keluarga, serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat dari tingkat desa hingga daerah,” ujar I Gusti Agung Sri Widyawati.
​Terkait pasokan bibit hortikultura yang menjadi faktor krusial keberlanjutan program, Sri Widyawati menjelaskan bahwa saat ini penyediaannya masih menjadi kewenangan Dinas Pertanian. Namun, ke depan, DKPKP menargetkan lompatan besar bagi program ini.
​”Harapan akhir kami, Puspa Aman di masing-masing wilayah mampu menyediakan dan memproduksi bibit hortikultura secara mandiri,” tegasnya.
​Nyatanya, upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga ini mendapat dukungan penuh di tingkat akar rumput. Salah satu aksi nyata terlihat dalam kegiatan penyerahan bibit tanaman hortikultura Tahap II Tahun 2026 yang dilaksanakan di Puspa Aman Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.
​Penyaluran bibit kepada masyarakat dari empat banjar yakni Banjar Belusung Kaja, Banjar Ubud, Banjar Petak, dan Banjar Petulu ini dikawal langsung oleh Pemerintah Desa Pejeng Kaja bersama aparat kewilayahan, termasuk Babinsa Desa Pejeng Kaja Koramil 1616-03/Tampaksiring Koptu I Gusti Made Arga dan Bhabinkamtibmas Aipda I Gusti Bagus Nyoman Sidemen.
​Kegiatan ini menjadi bukti konkret sinergi lintas sektor dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Bibit yang diterima warga akan langsung ditanam di pekarangan rumah masing-masing untuk memenuhi konsumsi harian.
​Pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya hortikultura dinilai sebagai langkah sederhana namun berdampak masif. Selain mampu menekan pengeluaran belanja dapur rumah tangga, gerakan ini juga efektif membangun kesadaran dan kemandirian pangan masyarakat di tengah dinamika harga pasar.
Gusti Agung Sri Widyawati menambahkan dengan adanya sinergi yang solid antara DKPKP, pemerintah desa, aparat TNI/Polri, serta partisipasi aktif warga, program penanaman hortikultura ini diharapkan dapat berjalan optimal. Puspa Aman tidak sekadar menjadi program seremonial, melainkan motor penggerak ketahanan pangan yang memberikan manfaat ekonomi dan pemenuhan gizi nyata bagi masyarakat Gianyar.*M01
Kegiatan penyerahan bibit tanaman hortikultura Tahap II Tahun 2026 yang dilaksanakan di Puspa Aman Desa Pejeng Kaja, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.
Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *