NTB (Bali Headline) –
Pesatnya perkembangan kawasan pariwisata berstandar internasional The Mandalika kian membuka keran peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Guna memastikan percepatan serapan potensi tersebut, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) secara agresif mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa penyangga untuk ‘naik Kelas’ dan terintegrasi penuh dalam ekosistem pariwisata modern.
Langkah strategis ini diwujudkan nyata melalui kolaborasi bersama Pullman Lombok Mandalika Beach Resort dalam menyelenggarakan Workshop Pemasaran Digital bagi UMKM Desa Penyangga. Bertempat di Dusun Bungawan Daya, Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (10/6), pelatihan intensif ini diikuti oleh 28 pemilik UMKM terpilih yang berasal dari Desa Kuta dan Desa Prabu.
General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menegaskan bahwa esensi pembangunan destinasi pariwisata skala internasional tidak sekadar bertumpu pada kemegahan infrastruktur fisikal, melainkan wajib menciptakan multiplier effect perekonomian yang bersentuhan langsung dengan kemandirian warga sekitar. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas UMKM lokal menjadi pilar fundamental utama bagi ITDC.
”Kami ingin semakin banyak UMKM lokal yang menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata The Mandalika. Melalui pelatihan ini, kami berharap pelaku usaha dapat memperkuat kualitas produk, meningkatkan kemampuan pemasaran digital, serta memperluas akses kemitraan dengan tenant, hotel, restoran, dan pelaku usaha pariwisata lainnya. Dengan demikian, manfaat ekonomi kawasan dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Pari Wijaya.
Pari menguraikan, keterhubungan sektor hulu dan hilir pariwisata di kawasan kelolaan ITDC ini sejatinya telah menorehkan portofolio positif. Salah satu profil keberhasilan nyata ditunjukkan oleh Kelompok Tani Hydroku, pelaku usaha pertanian hidroponik binaan lokal yang kini secara konsisten telah memasok kebutuhan pangan segar ke sejumlah tenant besar serta pelaku bisnis kuliner papan atas di dalam kawasan The Mandalika.
Sesi workshop menghadirkan panel narasumber kompeten di bidang korporasi dan perhotelan, antara lain Marketing Communication Pullman Lombok Mandalika Merujani Beach Resort Ryan Rinaldy, Corporate Digital ITDC Imam Khoirul, serta Public Community and Relation (PCR) The Mandalika Adjat Sudrajat. Seluruh peserta dibekali kemampuan teknis krusial, mulai dari formulasi strategi komunikasi pemasaran, penguatan personal branding, inovasi desain kemasan produk, hingga praktik adaptif pembuatan konten promosi digital yang berdaya saing tinggi di pasar digital.
Antusiasme tinggi diutarakan oleh Ketua Pokdarwis Monkey Cave Desa Prabu, Zaki Yurahman. Selaku representasi peserta, ia mengakui bahwa pembekalan ini membedah perspektif baru yang sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha mikro yang selama ini bergerak secara konvensional.
”Selama ini kami lebih fokus pada produksi dan penjualan secara langsung. Melalui workshop ini kami mendapatkan banyak pengetahuan mengenai cara membangun branding, membuat konten promosi yang menarik, hingga memahami kebutuhan pasar yang terus berkembang. Kami berharap ilmu yang diperoleh bisa membantu produk kami menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkap Zaki penuh optimisme.
Tidak hanya fokus pada penguatan kapasitas intelektual bisnis, pada kesempatan yang sama ITDC juga secara konkret menyerahkan bantuan sarana dan prasarana penunjang berupa 10 unit tempat sampah terintegrasi kepada Pokdarwis Monkey Cave Desa Prabu. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk atensi nyata korporasi terhadap peningkatan tata kelola kebersihan dan mutu lingkungan di destinasi wisata berbasis alam dan budaya tersebut.
Komitmen ITDC ke depan dipastikan akan terus konsisten mengawal program pemberdayaan masyarakat terstruktur ini melalui berbagai pendampingan lanjutan dan kemitraan strategis. Melalui implementasi pilar korporasi ‘Empowering People’, ITDC berkomitmen mengonstruksikan ekosistem pariwisata The Mandalika yang tidak hanya tumbuh inklusif dan berkelanjutan, namun juga memosisikan masyarakat lingkar kawasan sebagai aktor utama kemajuan ekonomi daerah.*M01





