Denpasar (Bali Headline) –
Lembaga keuangan BPR Kanti menggelar agenda tahunan Family Gathering 2026 bertajuk “Kanti Starts at Home: Bersama Tumbuh, Sejahtera Bersama” di Aula Taman Asoka Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Minggu (9/8). Kegiatan ini menjadi momentum strategis manajemen untuk mengoptimalisasi penanaman nilai-nilai budaya perusahaan yang berakar langsung dari lingkungan keluarga.
​Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, menegaskan bahwa keberhasilan serta pencapaian BPR Kanti selama puluhan tahun tidak lepas dari peran dan doa keluarga pegawai di rumah. Menurutnya, dukungan keluarga merupakan landasan utama di balik setiap target dan kinerja karyawan.
​”Keberhasilan seorang karyawan tidak pernah dikerjakan sendirian. Di balik target yang tercapai, ada doa, semangat, serta dukungan yang tak terputus dari pasangan, anak-anak, hingga orang tua. Dukungan itu merupakan pencapaian terbesar yang sesungguhnya,” ujar Made Arya Amitaba.
​Ia menambahkan, tema “Kanti Starts at Home” diusung atas keyakinan bahwa karakter, kedisiplinan, dan profesionalisme bermula dari rumah. Budaya kerja dibentuk melalui kebiasaan saling menghormati, jujur, peduli, dan bertanggung jawab di lingkungan domestik.
​Melalui agenda ini, BPR Kanti mengenalkan dan mengoptimalkan penerapan nilai-nilai budaya KANTI (Kepedulian, Akuntabilitas, Nilai Tambah, Transparansi, dan Inovasi) secara interaktif bersama pasangan serta anak-anak karyawan. Penguatan budaya ini menjadi krusial dalam menghadapi transformasi industri perbankan dan tantangan teknologi masa depan.
​”Kita berubah bukan karena kita buruk, melainkan karena kita ingin terus bertumbuh menjadi lebih baik. Prestasi yang kita raih adalah buah dari penerapan budaya perusahaan yang sehat dan konsisten,” tegas Made Amitaba.
​Sementara itu, Ketut Arsana mengapresiasi langkah unik BPR Kanti yang melibatkan keluarga dalam manajemen modern. Menurutnya, di tengah perubahan dunia dan persaingan bisnis, budaya perusahaan menjadi tonggak paling penting karena berfokus pada sumber daya manusia (SDM)—mulai dari cara berpikir, bersikap, hingga berbicara.
​”Langkah BPR Kanti melibatkan keluarga ini sangat unik dan tergolong langka. Jika keluarga diajak sejak awal, mereka akan menjadi pendukung kuat dalam membangun karakter baru karyawan yang sesuai dengan nilai KANTI. Perilaku dan karakter itu dibutuhkan di mana saja, tidak hanya di perusahaan,” jelas Ketut Arsana.
​Ia pun mengibaratkan pendekatan ini seperti “Lawar Leadership”, di mana setiap karyawan terdorong untuk menggali dan memiliki nilai-nilai kuat dalam dirinya sendiri. Ketut Arsana berharap penguatan SDM berbasis budaya lokal Bali ini mampu membawa BPR Kanti bertumbuh tidak hanya di daerah lain, tetapi juga berkiprah di tingkat global.*S05
BPR Kanti menggelar agenda tahunan Family Gathering 2026 bertajuk “Kanti Starts at Home: Bersama Tumbuh, Sejahtera Bersama”.
Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *