Gianyar (Bali Headline) —
Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Bank BPR Kanti. Salah satu pendiri utamanya, I Ketut Sudama, berpulang Senin (14/9). Kepergian almarhum meninggalkan pesan mendalam tentang pentingnya menghargai sejarah dan dedikasi para perintis lembaga tersebut.
Direktur Utama Bank BPR Kanti, Made Arya Amitaba, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam, baik secara profesional maupun personal. Almarhum merupakan adik dari ayah kandungnya.
“Bagi saya, beliau bukan hanya salah satu pendiri utama Bank BPR Kanti, tetapi juga paman saya. Kehilangan ini sangat pribadi bagi keluarga kami,” ujar Amitaba.
Menurut Amitaba, keberadaan BPR Kanti saat ini tidak terlepas dari keberanian, pengorbanan, dan keyakinan para pendirinya di masa awal. Ia mengibaratkan almarhum sebagai salah satu fondasi utama yang menopang perjalanan BPR Kanti hingga berkembang pesat.
“Pohon boleh semakin tinggi dan daunnya semakin rindang. Namun sebesar apa pun pohon itu tumbuh, kita tidak boleh melupakan akar yang membuatnya mampu berdiri. Salah satu akar BPR Kanti adalah I Ketut Sudama,” tegasnya.
Ia menambahkan, regenerasi kepemimpinan merupakan sebuah estafet. Generasi penerus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai, semangat, dan asas kebermanfaatan yang telah diwariskan para perintis, bukan sekadar mengejar pertumbuhan bisnis semata.
“Warisan terbesar seseorang bukanlah apa yang dimiliki saat hidup, melainkan apa yang tetap memberi manfaat setelah ia tiada. Jejak perjuangan beliau akan terus hidup dalam perjalanan BPR Kanti,” pungkas Amitaba.
Keluarga besar Bank BPR Kanti memanjatkan doa agar seluruh pengabdian almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Sang Pencipta. Amor ring Acintya. Om Santih, Santih, Santih Om.*M01





