Gianyar (Bali Headline) –
Industri pariwisata premium dan wellness tourism di Pulau Dewata bersiap menyambut ikon kemewahan baru. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (TANRISE) dengan kode emiten RISE, secara resmi melebarkan sayap prestisiusnya ke Bali melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek mahakarya terbaru mereka, Vasa Ubud, Jumat (17/7).
Berdiri di atas lahan suci seluas 70.391 m² (7,39 Hektar) yang berbatasan langsung dengan tebing eksotis Sungai Ayung di Banjar Serasih, Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Gianyar, proyek berskala global ini menelan total investasi fantastis mencapai Rp 1 Triliun.
Langkah korporasi strategis ini menjadi pembuktian solid atas kapabilitas RISE di industri hospitality dalam negeri setelah sukses mengukuhkan posisi Vasa Hotel sebagai ikon kemewahan bintang lima di Surabaya, serta melakukan soft opening Vasa Suite di pusat Kota Pahlawan tahun ini.
Kemewahan Sejati yang Menghormati Alam dan Tradisi
Komisaris Utama RISE, Hermanto Tanoko, didampingi CEO Vasa, Devina Konatra, dan Direktur RISE, Herman Heryadi Bunjamin, menekankan bahwa Vasa Ubud didesain bukan sekadar sebagai akomodasi premium, melainkan sebuah ruang khusus untuk merasakan kedamaian sejati khas Indonesia. Bagi salah satu konglomerat terkemuka di tanah air ini, kemewahan sejati melampaui megahnya bangunan fisik semata.
”Bagi saya pribadi, kemewahan sejati bukanlah tentang seberapa megah semen dan beton yang kita tumpuk. Kemewahan sejati adalah ketika karya buatan manusia bisa hidup berdampingan secara harmonis dengan alam, budaya, dan Tuhan,” ujar Hermanto Tanoko dalam sambutannya.
Filosofi mendalam ini sejalan dengan kearifan lokal Bali, Tri Hita Karana. Hermanto juga menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan dari investasi Rp 1 Triliun ini adalah dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.
”Nilai sejatinya adalah pada lapangan kerja yang terbuka untuk masyarakat, kesempatan belajar bagi anak-anak muda kita, serta kontribusi nyata pada ekonomi, khususnya di Bali. Mari kita mengawal perjalanan Vasa Ubud ini dengan fondasi integritas, kerja keras, kerendahan hati, dan hati yang tulus,” tambah Hermanto seraya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim pelaksana.
Merespons investasi berskala besar tersebut, Camat Payangan, I Wayan Widana, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Pihak pemerintah setempat menyambut baik kehadiran investasi ini karena dinilai akan membawa dampak masif bagi penguatan perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Dirancang dengan kepadatan bangunan yang sangat rendah (low-density) demi menjaga privasi mutlak bagi para tamunya, Vasa Ubud akan menghadirkan 41 unit Private Luxury Villas dan 128 kamar hotel bergaya sanctuary yang sangat luas, dimulai dari ukuran 48 m². Properti premium ini ditargetkan rampung dalam waktu 30 bulan.
Secara narasi arsitektur, Vasa Ubud mengadopsi filosofi kosmologi Bali, Kaja-Kelod (Gunung-Laut), yang memaknai perjalanan spiritual manusia. Bangunan utama bernama The Sanctuary ditempatkan dengan anggun di titik tertinggi kawasan, sementara elemen air dialirkan secara puitis membelah lanskap tebing menuju lembah Sungai Ayung.
Kompleks properti dirancang menyerupai desa tradisional Bali modern yang dibangun dengan sistem terasering, lengkap dengan vegetasi organik pada atapnya (green roof) agar menyatu sempurna dengan kontur sawah khas Ubud. Properti ultra-luxury ini juga akan ditunjang oleh fasilitas kelas dunia, mulai dari fine dining, wedding chapel, amphitheatre, spa village eksklusif di tepi sungai, hingga fasilitas helipad pribadi.
Vasa Ubud juga mengusung konsep sustainable design yang progresif. Komitmen hijau ini diwujudkan melalui revitalisasi total saluran air alami di tengah kawasan, pemakaian panel surya (solar panel), sistem daur ulang sirkulasi air cerdas antar kolam, serta pemanfaatan tanaman organik mikro pada atap bangunan.
Melalui arsitektur progresif yang mengukir legacy baru, Vasa Ubud dirancang untuk menjadi tolok ukur baru bagi transformative luxury dunia, sekaligus siap berdiri tegak sebagai ikon baru pariwisata premium Indonesia yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham dan masyarakat lokal.
Dalam pembangunannya, RISE bersinergi dengan konsorsium profesional papan atas, di antaranya Kontraktor Utama: PT. China Construction Yangtze River Indonesia. Architect & Landscape Consultant: Duta Cermat Mandiri.
Interior & Lighting Consultant: Hadiprana
Structural Engineer: Benjamin Gideon & Associates. MEP Consultant: Makesthi Enggal Engineering. Quantity Surveyor: Rekagriya
Sebagai bentuk penghormatan luhur terhadap adat, rangkaian kegiatan groundbreaking diawali dengan prosesi ritual adat bersama tokoh masyarakat setempat pada pagi hari sebelum acara seremonial dimulai.*M01





